Rabu, 18 November 2009

Jurus Jitu Belajar Kimia Sukses, Mudah

Jurus Jitu Belajar Kimia
Satu kata yang mungkin paling sering didengar para siswa (sebenarnya sih semua siswa juga tahu bahwa kewajiban utamanya) memang pada satu kata tersebut. Apalagi kalau bukan belajar, belajar, belajar.

Namun tidak jarang kan apabila tahu bukan berarti mau melaksanakannya apalagi secara sadar tanpa harus terpaksa-paksa (he he). Coz, biar efisien dan efektif belajar ternyata bisa disiasati dengan jurus dahsyat terutama untuk pelajaran kimia. Belajar dengan waktu yang lama belum tentu hasilnya memuaskan jika belajar kita tidak efektif. Setelah berjam-jam membolak-balik buku tetapi tetap saja nggak ada yang nyangkut di otak. Itu berarti belajar kita tidak efektif. Cobalah beberapa tips ‘n triks berikut agar kamu-kamu lebih bisa efektif.

1. Bikin body se-fresh mungkin. Dengan begitu membuat pikiran kita juga lebih fresh. Mandi adalah salah satu caranya.

2. Cari suasana yang paling nyaman. Bisa di taman, di tempat sunyi (asal jangan di kuburan). Biasanya juga memutar musik yang ngebantu kita merasa betah dan nyaman tentunya bukan aliran hard rock dengan bass yang mengetarkan telinga. Bersihin dan rapiin kamar, ini membantu agar lebih konsentrasi.

3. Susunlah hubungan-hubungan yang terjadi dari catatan-catatan kecilmu. Buatlah semacam kerangka tulisan yang menjelaskan dari awal dan akhir. Ini membantu kita untuk mengerti pelajaran yang kamu pelajari. Dengan demikian otak kamu terlatih untuk menganalisis sebuah masalah dan menemukan cara mengatasinya.

Berbeda dengan sekadar menghafal, tanpa tahu apa yang sebenarnya kamu pelajari. Hal ini bakal tidak berlangsung lama karena sebelum kamu tuntas menghafal seluruhnya, hafalan pertama sudah lupa. Hematlah penggunaan memori kamu, karena memori kamu bukan harddisk atau CD-RW atau USB Flash. Jadi sekali kamu mengerti tidak mudah untuk lupa karena yang diingat memorimu adalah hasil pemahaman otak, bukan tulisan-tulisan di buku.

4. Hindari SKS (Sistem Kebut Semalam). Hal ini akan membuat badanmu loyo, gontai, meriang, pegel-pegel, de-el-el. Ingat, otak manuia punya batas. Kagak bisa dipaksain untuk bekerja terus menerus dan sekaligus (kayak multi-tasking, gitu…).

Mengapa? Karena otak dirancang untuk bekerja efesien. Jika ada pemahaman baru, maka pemahaman lama akan dihapus dan diganti dengan pemahaman baru. Pemahaman yang kita peroleh bersifat bertahap yang semakin lama semakin baus. Inilah yang disebut kemampuan belajar. Misalnya kita belajar sembilan bab, kamu harus memahami bab demi bab dengan bertahap hingga lengkap sampai sembilan bab sebagai satu kesatuan.

5. Otak kita butuh istirahat, kalau sudah jenuh. Istirahat dengan beberapa saat untuk mengendurkan otot termasuk mata. Dengan demikian ngga terasa otak kita akan bertahan cukup lama untuk belajar.

6. Buatlah kesimpulan pada setiap akhir belajar. Ini agar kamu mengetahui inti dari seluruh bahasan yang telah dipelajari. Buat cara jembatan keledai untuk jenis hafalan, seperti deret unsur Gol VIIIa/ gas mulia: Heboh Negara Argentina Karena Xenon Renang (He Ne Ar Kr Xe Rn) atau sistem kunci dan gembok berikut: pada reaksi elektrokimia berlaku KRAO (Katoda Reduksi Anoda Oksida). Untuk perhitungan kimia konsep Mol dan Hukum Dasar Kimia harus benar-benar terkuasai lebeh dulu karena ini dasar perhitungan semua hitung terapan kimia, kuasailah cara teoritisnya dan cara penyelesaian dengan smart solution (cara cepat gitu).

7. Anggaplah belajar suatu kebutuhan hidup kita. Seperti makan, minum, tidur, main, de-el-el. Hal ini akan melatih otak untuk berpikir kritis dan mudah menerima hal-hal baru. Agar jadi amalan dunia akhirat. Jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah belajar, luruskan niat hanya ibadah pada Allah SWT. Selamat mencoba.

sumber :

http://xpresiriau.com/tips-remaja/jurus-jitu-belajar-kimia-sukses-mudah/

Tips Cara Mudah Mengerjakan Soal-soal Stoikiometri

Mempelajari kimia memang tidak luput dari persamaan kimia beserta perhitungan kuantitatifnya yaitu stoikiometri. Umumnya semua bab yang kita pelajari dalam ilmu kimia contohnya kesetimbangan, kecepatan reaksi, larutan, asam basa, dan sebagainya menggunakan dasar stoikiometri dalam setiap penyelesaian perhitungannya.

Menyelesaikan soal-soal stoikiometri sangatlah mudah, diperlukan ketrampilan dan latihan yang rutin, namun secara garis besar kita dapat membuat kerangka dasar bagaimana kita bisa menyelesaikan soal stoikiometri tersebut dengan cepat.

Berikut adalah tips bagaimana kita bisa menyelesaikan soal stoikiometri dengan mudah.

1. Tulis dan setarakan persamaan reaksinya

Umumnya soal-soal stoikiometri melibatkan reaksi kimia. Anda wajib menulis dan sekaligus menyetarakan reaksi kimianya dengan benar. Kesalahan dalam menulis reaksi kimia berakibat fatal pada perhitungan selanjutnya. Jadi menyetarakan reaksi adalah hal yang amat-amat-amat PENTING!

2. Ubah salah satu unit dalam satuan mol

Dalam setiap soal stoikiometri selalu ada spesies yang bisa dirubah dalam satuan mol. Rumus mol adalah masa dibagi Mr atau Ar, akan tetapi mol dapat dicari dengan cara lain, bila diketahui jumlah molekul maka anda bisa mencarinya dengan membagi dengan bilangan Avogadro. Bila diketahui volume pada STP maka mol dicari dengan membagi volume dengan 22,4 bila diketahui konsentrasi larutan dan volumenya maka mol harus dicari dengan mengkalikan konsentrasi dan volumenya. Anda harus jeli untuk melihat spesies mana yang bisa dirubah dalam satuan mol

3. Cari mol spesies yang ditanyakan dengan menggunakan persamaan reaksi

Anda tahu maksud saya kan? Apabila mol satu spesies sudah ketemu (pada langkah2 ) maka kita dapat mencari mol spesies yang lain dengan menggunakan koefisien reaksi. Yup, betul dengan membandingkan koefisien reaksi maka kita dapat mencari mol spesies yang lain.

4. Ubah spesies yang ditanyakan sesuai dengan satuan yang diinginkan soal

Apabila mol spesies yang ditanyakan sudah diketahui maka kita dapat mengkonversi ke dalam satuan yang di inginkan soal misalnya ke satuan massa, volume, konsentrasi, dan sebagainya.


sumber:

http://belajarkimia.com/tips-cara-mudah-mengerjakan-soal-soal-stoikiometri/

Selasa, 17 November 2009

Senyawa-Senyawa


Parafin dan aspaltin adalah deposit organic yang dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pada formasi atau pada jaringan pengangkut. Keduanya serupa tapi tak sama. Parafin adalah senyawa hidrokarbon rantai lurus, N-alkana dengan rantai sangat panjang (C > 100) yang membentuk struktur kristal. Parafin memiliki titik didih lebih dari 240oF. 

Alpalten merupakan struktur benzen bermuatan, memiliki densitas yang tinggi, membentuk molekul amorf (biasanya padatan britle/getas) . Parafin dapat meleleh sedangkan asphalten terdekomposisi, Deposit keduanya mengambang di air dan larut di air. Parafin larut dalam heptane dan crude oil sedangkan aspalten tidak.

Feromon (Pheromone) berasal dari bahasa latin; pherein yang artinya memindahkan, dan hormone yang artinya mencetuskan. Definisi feromon adalah senyawa kimia yang disekresikan oleh satu individu dan diterima oleh individu lain pada spesies yang sama, di mana individu tersebut akan memberikan reaksi yang spesifik, seperti misalnya perubahan perilaku atau proses perkembangan dan pertumbuhan. Nama feromon pertama diusulkan oleh Peter Karlson dan Martin Luescher sejak lima puluh tahun lalu.
sekilas feromon mempunyai bunyi yang sama dengan hormon, untuk menekankan arti bahwa feromon memang mempunyai beberapa kemiripan dengan hormon. Feromon seperti laiknya hormon bersifat spesifik dan aktif dalam hitungan menit.
Feromon telah ditemukan di berbagai spesies. Yang cukup populer di antaranya pada semut yang berfungsi untuk membangun sarang dan menyusuri jejak. Feromon juga diproduksi dan digunakan pada ganggang, jamur, sel bersilia dan bakteri.
Feromon seks pada ikan, akan menarik ikan jantan dari betina yang akan bertelur. Pejantan yang paling sensitif akan datang terlebih dahulu. Pada beberapa jenis anggrek, diproduksi feromon yang menyerupai feromon yang disekresi kumbang betina, untuk menarik kumbang jantan untuk membantu proses penyerbukan.
Identifikasi dan sintesis feromon telah memberikan berbagai keuntungan, misalnya sebagai cara paling ramah lingkungan dalam mengontrol hama. Feromon dapat digunakan untuk menggiring hama ke dalam jebakan ataupun membingungkan pejantan sehingga mereka tidak dapat menemukan betinanya. Sifat selektivitas yang tinggi dan toksisitas yang rendah berdampak utuhnya ekosistem.
Feromon ini juga terdapat pada mamalia. Pada tahun 1996, ditemukan bahwa feromon sex pada gajah adalah sebuah molekul kecil-(Z)-7-doddecen-1-yl acetate- yang juga terdapat pada ngengat. Gajah dan tikus mensekresikan feromon mereka pada protein urin.
Bagaimana dengan manusia? Sebagai bagian dari mamalia, manusia sepertinya juga memiliki feromon. Ketiak merupakan kandidat utama, karena bau ketiak berkembang sejalan dengan pubertas. Namun, perilaku manusia dan emisi senyawa kimia yang dihasilkan tubuh manusia begitu kompleks untuk diteliti.
Sejauh ini, tidak ada satu pun feromon yang diidentifikasi. Salah satu kandidat terkuat adalah sebuah senyawa dari ekstrak ketiak wanita yang tampaknya menyebabkan sinkronisasi menstruasi pada wanita yang tinggal berdekatan pada lingkungan yang sama. Identifikasi senyawa tersebut benar-benar ditunggu, setidaknya senyawa tersebut potensial memberikan harapan untuk pembuatan kontrasepsi yang dapat dibaui.

Molekul air bersifat dipole (memiliki 2 kutub), yang bermuatan negatif di oksigen atom , dan positif pada Hidrogen atom.

Sehingga terjalin ikatan antara molekul air, yang dikenal dengan ikatan Hidrogen.

Es, Ikan
Air memiliki sifat yang unik dibandingkan dengan zat lain, umumnya benda lain memiliki masa jenis (Rho) yang besar dalam bentuk padat, tapi tidak dengan air.
Pada suhu 4 °C air memiliki masa jenis TERBESAR, pada bentuk cair. Bila suhu diturunkan masa jenisnya kembali mengecil,
Fenomena ini dikenal dengan sifat anomalie air!

Air akan mulai membeku jika molekulnya tidak memiliki lagi cukup energi untuk melepaskan diri dari ikatan atom hidrogen (H). Pada 0°C mulailah terbentuk ikatan-ikatan yang kuat, dimana setiap atom Oksigen (O) secara tetraedris dikelilingi oleh 4 atom Hidrogen (H).

Mengapa Nitrogen paling banyak di atmosfer kita ?

Mengapa Nitrogen paling banyak di atmosfer kita ?

Atmosfer bumi kita tersusun dari gas-gas sebagai berikut :

Nitrogen 78 persen volume

Oksigen 20 persen volume

Argon 1 persen volume

Gas-gas lain 1 persen volume

Dari data tersebut menimbulkan pertanyaan mengapa gas nitrogen merupakan komponen terbanyak di atmosfer kita ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita mulai dari tinjauan struktur ikatan kimia dalam molekul nitrogen.

Ditinjau dari struktur ikatan kimianya gas nitrogen berikatan kovalen rangkap tiga. Ikatan ini merupakan ikatan kovalen paling stabil sehingga nitrogen amat susah terurai. Lalu bagaimana dikala kita bernafas menghirup udara bagaimana keadaan gas nitrogen dalam tubuh kita ?

Alat(organ) pernafasan tubuh kita tidak mampu mengurai gas nitrogen yang masuk ke dalam tubuh kita melalui proses respirasi, artinya gas nitrogen masuk ke tubuh kita dan kita keluarkan kembali masih berupa gas nitrogen. Berbeda dengan gas oksigen yang jika masuk ke dalam tubuh kita melalui prose respirasi kita keluarkan dalam bentuk gas karbon dioksida, artinya tubuh kita mampu mengurai gas oksigen menjadi gas lain melalui proses respirasi tersebut.

Satu-satunya makhluk hidup yang mampu mengurai nitrogen adalah bakteri nitrogen. Bakteri ini umumnya berada di akar tumbuhan perdu jenis polong (kacang). Bakteri ini mampu mengubah Nitrogen dari udara menjadi protein. Dengan demikian tubuh manusia memperoleh nitrogen dari mengkonsumsi protein.

Dari keterangan tersebut terjawablah sudah mengapa gas nitrogen paling banyak di atmosfer kita.

Kesimpulannya :

Gas nitrogen merupakan komponen terbesar atmosfer kita karena :

1. Merupakan gas yang stabil ditinjau dari ikatan kimianya

2. Amat sedikit makhluk hidup yang mampu mengubah gas nitrogen menjadi senyawa lain.

Cara Menyusun Konfigurasi Elektron Atom Secara Singkat (Dengan Menggunakan Referensi Atom gas Mulia)

Cara Menyusun Konfigurasi Elektron Atom Secara Singkat (Dengan Menggunakan Referensi Atom gas Mulia)


Atom hydrogen memiliki satu elektron sehingga kita menulis konfigurasi elektronnya sebagai 1s1, untuk Helium dengan 2 elektron ditulis 1s2 dan untuk Boron dengan 5 elektron penulisannya 1s2 2s2 2p1.

Apakah kamu bisa membayangan bagaimana kalau kita disuruh menuliskan konfigurasi elektron suatu atom yang memiliki jumlah elektron sebanyak 55 untuk atom Cs? Tentu yang kita tuliskan akan memiliki deret yang panjang sebagai berikut:

55Cs : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s1

Penulisan konfigurasi elektron untuk atom Cs diatas dapat ditulis lebih singkat sebagai berikut:

55Cs : [Xe] 6s1

Tampak lebih singkat dan lebih mudah kan? Untuk menuliskan konfihurasi ini maka kita menggunakan referensi gas mulia yaitu helium, neon, argon, krypton, xenon, dan radon. Mengapa kita menggunakan gas mulia sebagai referensi? Jawabannya samgat mudah sebab gas mulia adalah atom-atom stabil dengan susunan elektron valensi yang penuh yaitu 8. Ingat bahwa untuk mencapai kestabilan atom-atom di alam meniru susuanan elektron valensi gas mulia yaitu 8.Jumlah elektron atom gas mulia adalah:

He = 2
Ne = 10
Ar = 18
Kr = 36
Xe = 54
Rn = 86

Gas mulia yang manakah yang bisa saya jadikan referensi untuk menulis konfigurasi atom? Gas mulia yang jumlah elektronnya paling dekat dengan atom yang akan anda tentukan konfigurasi elektronnya yang harus anda pilih.Untuk contoh diatas Cs memiliki 55 elektron, maka 55 dekat dengan atom Xe yang memiliki elektron 54 maka kita gunakan Xe sebagai referensi.

Bagaimana dengan atom Ag yang punya 47 elektron? Tentu saja kita memakai Kr sebagai referensi, contoh yang lain adalah atom Cf dengan elektron 98 maka kita memakai atom Rn. Apakah atom bermuatan bisa ditulis dengan cara ini ? Ya, baik atom netral, ion negative, atau ion positif dapat ditulis dengan cara penulisan singkat ini.

Sabtu, 07 November 2009

Standar kompetensi: Mendeskripsikan sifat-sifat larutan,metode pengukuran, dan terapannya (Slide)


































Slide 2